Situs berita yang satu ini termasuk situs berita yang sering gw cek. Minimal sekali sehari. Isinya sering di-update dan lumayan bagus buat tahu berita yang sedang hot di Indo. Selain detik.com, gw juga sering baca situs portal berita lainnya seperti tempointeraktif, gatra, kompas, dan pikiran rakyat (buat kota Bandung).
Tapi setelah beberapa tahun terakhir ini, nge-browse detik.com nggak terlalu nyaman lagi. Mungkin orang juga sering denger omelan gw ini.
Loading time yang luama. Kalo kita klik detik.com, kadang perlu 1 menit buat muncul. Entah apa yang di-load detik.com ini. Java applet? Spamware? Bahkan browser gw bisa freeze pas lagi nge-load situs detik.com 
Iklan yang super padat. Setelah loading 1 menit lamanya, apa yang muncul di layar? Headlines? Bukan. Iklan hampir selayar penuh

Situs iklan apa situs berita ya?
Kesannya padat. Padat di sini bukan ‘ringkas dan padat’ tapi ‘penuh and sesak’. Iklan-iklan yang sangat banyak dan ada di mana-mana ini, menyebabkan situs ini terkesan sesak. Ada yang salah dengan layout-nya terutama cara penempatan banner-banner iklan (dan mungkin juga ukurannya) sehingga tidak terlalu enak di mata.

Iklan di kolom kiri, kanan, bawah, dan di tengah-tengah konten

Iklan yang bisa nutupin headline berita
Tapi kalo kita lihat detikportal (versi bayar detik.com), semua kesan jelek ini benar-benar hilang. Salah satu sebabnya adalah warna dasar detikportal yang putih bersih sehingga tidak menambah keramaian konten.
Desannya jelek. Warna dasar biru jreng dan krem (agak kuning). Teks headline warna kuning terang. Belum lagi warna-warni lainnya dari banner iklan
Menurut gw detik.com ketinggalan zaman untuk desain layout tampilannya. Kayak situs berita di Internet tahun 97-98. Padahal sekarang tren warnanya lebih ke arah warna yang lebih soft. Atau bentuk rounded rectangle dengan gradient (‘candy’ effect).
Anehnya lagi, yang buruk rupa cuman detik.com. Sedangkan ‘saudara-saudara’ detik lainnya seperti detikhot, detikInet, detikFood, ataupun detikSport, tampilannya benar-benar beda dan jauh lebih baik. Ada apa ini?
Itu baru tampilan. Belum isinya yang terkadang ngutip dan terjemah dari situs lainnya (terutama di detikInet), tidak adanya fitur ‘feed’ (RSS feed), atau kalimat-kalimat berita yang ambigu dan tidak nyambung. Gw juga bukan wartawan dan cuman penulis amatir tapi untuk selevel detik, seharusnya penulis-penulisnya punya dasar jurnalistik yang baik
Moga-moga tim desain detik.com bisa memperbaiki ini semua. Yah, biar situs ini menjadi lebih enak dibaca dan dilihat 